Hii!!
Hari ini aku comeback untuk bahas buku lagi nih gais! (cielah, blackpink kali ya wak aku wkwk). Tapi kayaknya udah ketebak kan
ya bakalan ngomongin seputar apa, hehe. Yupss kita bakal bahas tentang asal
usul atau awal mula terciptanya senjata nuklir di dunia. Sebelum masuk ke isi
bukunya, aku mau kasih sedikit clue
nih gais tentang senjata nuklir itu. Jadii senjata nuklir adalah sebuah senjata
semacam bom namun memiliki daya ledak yang sangat amat maha luar biasa dahsyat,
lebay? iya hehe. Tapi emang semengerikan itu senjata nuklir.
Kalian masih inget kan ya ketika dulu Jepang menyerah
tanpa syarat kepada sekutu pada saat Perang Dunia II (PD II)? Iyaa bener banget,
hal itu disebabkan karena 2 kota besar di Jepang (bisa dibilang dua kota itu
tuh semacem pusat kota gitu loh) dibom oleh Amerika Serikat. Nahh, bom yang digunakan
untuk menghancurkan kota Nagasaki dan Hiroshima itu tadi merupakan senjata
nuklir pertama di dunia loh, wuihhh!! Jadi sebenernya bom sama senjata nuklir
itu sama atau beda si?? Sepemahaman aku dari buku yang akan dibahas nanti itu,
disebutkan kalo senjata nuklir itu berawal dari fisi (sebuah konsep dasar yang
intinya memuat bahwa pembelahan atom itu dapat melepaskan energi super dahsyat,
sehingga ternyata hal ini dapat dijadikan sebagai senjata pemusnah massal,
yaitu bom atom), sehingga aku definisikan bahwa bom atom dan senjata nuklir itu
sama.
Bingung ya pasti? Maaf yaa, masih penulis amatir nih
wak diriku hehe. Tapi tunggu duluu, di buku yang bakal kita bahas ini tuh
penjelasannya jelas banget. Makanya biar gak bingung lagi, yuk ah cuss beli atau
pinjem bukunya terus baca dehh!!
Okayy, jadi buku yang akan dibahas di tulisan ini ialah
buku karangan Steve Sheinkin yang berjudul BOMB. Buku dengan sampul
kuning mencolok ini menceritakan pembuatan bom atom oleh Amerika Serikat (AS)
untuk mengalahkan Jerman dan sekutunya pada PD II. Kepiawaian Sheinkin dalam
penulisannya telah membawa buku ini kepada beberapa penghargaan seperti Newbery
Honor Book, Washington Post Best Books of the Year dan beberapa penghargaan
lainnya (emang keren woii ini penjelasannya!!). Ngomong-ngomong, buku yang aku
baca ini merupakan bentuk yang sudah diterjemahkan karena buku aslinya itu
ditulis dalam Bahasa Inggris. Meskipun terjemahan, tapi dijamin kalian bakalan
mudah banget mahamin isi bukunyaa, apalagi sampulnya warnanya kuning. LAH? Apa
hubungannya coba? wkwkwk SKIPP.
Buku BOMB ini menceritakan bagaimana pertama
kali Amerika Serikat (AS) mengetahui tentang ancaman nyata jika saja bom atom
saat itu telah dibuat oleh pihak lain. Loh jadi siapa yang pertama buat bom
atom? Eits tunggu dulu, sebelum muncul ide untuk membuat bom atom, terdapat fakta
baru yang melatarbelakanginya, yaitu penemuan konsep fisi (lihat penjelasan di paragraf
2) oleh dua ilmuwan Jerman, Otto Hahn dan Meitner. Fakta baru tentang konsep
fisi pun menyebar ke seluruh negeri, dan para ilmuwan paham bahwa hal itu dapat
berubah menjadi sebuah senjata, namun mereka belum tahu pasti bagaimana fisi
itu bisa berubah menjadi bom atom. (Wajar lah ya gais, mungkin butuh hitung2an dan
percobaan yang amat rumit ya)
Nah karena fisi ditemukan oleh Jerman, AS takut kalo
ternyata jerman udah jalan duluan untuk buat bom atom (kan Jerman ni musuhnya
AS dalam PD II gais, makanya AS takut diserang pake bom atom buatan Jerman itu
kalo dugaan AS itu bener). Akhirnya langsung lah presiden AS saat itu, Franklin
D. Rosevelt dengan sigap menyerukan secara diam-diam untuk memfokuskan negaranya kepada pembuatan bom atom (Saat itu AS sedang menerapkan
isolasionisme, yang artinya dia gak ikutan perang ketika masa PD II. Makanya
dia diem-diem nyiapin giginya kalo sewaktu-waktu diperlukan).
Akhirnya muncullah itu proyek pembuatan bom atom yang
diberi nama Proyek Manhattan (Soalnya lab utama dari proyek ini terletak di Manhattan, makanya nama proyeknya begitu gess). Proyek ini diketuai
oleh seorang professor fisika genius asal AS, yang sekarang dijuluki sebagai Bapak
Bom Atom, yaitu Robbert Oppenheimer. Julukan atas Oppenheimer itu disematkan karena keberhasilannya membawa Proyek Manhattan dalam pembuatan bom atom.
Dalam prosesnya, ada banyak sekali hal menegangkan
terjadi seperti kecurigaan agen intelegen Amerika, FBI terhadap loyalitas Oppenheimer terhadap AS, dan
juga gerak gerik Jerman yang mengindikasikan adanya pergerakan untuk membuat
bom atom juga, serta banyaknya kegagalan dari para ilmuwan di proyek manhattan itu
sendiri.
Oiya selain ketakutan akan Jerman kala itu, AS juga memiliki
masalah lain, yaitu Uni Soviet. Lah, bukannya AS ama Uni Soviet temenan pada PD
II? Iya, mereka emang satu kubu, tapi keduanya tidak benar-benar berteman. Hal
ini dikarenakan adanya perbedaan besar diantara Uni Soviet dan AS, yaitu beda ideologi.
Oleh karena itu, AS juga harus berusaha menutupi Proyek Manhattan itu dari
pendengaran Uni Soviet. Hal ini menjadi lebih menarik, dikarenakan banyak dilakukan
pencarian informasi oleh Uni Soviet terhadap AS atas perilakunya yang mencurigakan,
yaitu ketika banyaknya ilmuan terkemuka AS yang menghilang dari publik. Pencarian informasi
itu dilakukan oleh agen mata-mata Uni Soviet yang tinggal di AS. (Ini seru banget ges di bukunya, kerenn bgt kalo jadi mata-mata tuh hehe)
Disisi lain AS semakin ketakutan ketika bahan baku pembuatan
bom atom -yaitu air berat- diarahkan menuju Jerman oleh pimpinan negara tersebut,
yaitu Adolf Hitler. Karena AS menduga kalo Jerman udah lima langkah dari rumah,
hah? Bukan, maksudnya udh lima langkah di
depannya dalam pembuatan bom ataom. Jadi mereka tuh kaya lagi balap-balapan untuk
menciptakan senjata mengerikan itu gais. Nah ketakutan AS yang semakin
bertambah itu membuat Norwegia ikut bergabung. Norwegia ngapain di sini? Jadi pada saat PD II itu, Jerman menduduki Norwegia, makanya Norwegia ikut gabung sama AS untuk melemahkan Jerman. Peran
Norwegia tuh cukup besar loh gais, bahkan menurutku tanpa kehadiran pihak Norwegia, mungkin akan membuat jalan cerita dari kelahiran Bom Atom itu berubah loh
Karena sangat complicated ceritanya dan juga panjang, aku akan beberin sedikit endingnya ya, hehee. AS pada akhirnya dapat membuat bom atom dan
segera meluncurkannya ke Jepang. Ko, ke Jepang bukan ke Jerman? Iya soalnya AS
dendam, karena Jepang yang saat itu temenan ama si Jerman ini pernah nyerang
abis-abisan pangkalan militernya AS yang ada di Pearl Harbour. Makanya pas punya
senjata keren, langsung diarahin ke Jepang. Terus gimana perkiraan AS tentang
Jerman yang juga buat bom atom? Jadi apa engga? Waduh rahasia itumah, kalian langsung
cuss aja cari di bukunya. Last but not least, kesuksesan AS atas bom
atomnya itu menandakan awal baru bagi keberadaan senjata nuklir di dunia gais.
FYI nih gais, kalo bom atom atau senjata nuklir itu
sangat sangat berbahaya baik bagi manusia maupun bagi lingkungan. Tempat
yang pernah dijatuhi nuklir akan memiliki radiasi nuklir yang tinggi, yang mana itu bisa mengganggu
atau bahkan mematikan tanaman, hewan, juga tidak baik bagi manusia. Bagi manusia sendiri dapat menyebabkan kerusakan sel-sel pada
tubuh sehingga dapat menyebabkan kecacatan fisik maupun mental. Dampak buruk
itu juga tidak hanya ditanggung oleh satu generasi aja gais, tapi bisa juga
sampai ke keturunan kita selanjutnya nanti.
Oiya satu lagi, sampai hari ini kalo aku lihat dari laman
resmi organisasi internasional yang mengkampanyekan anti-senjata nuklir atau International
Campaign to Abolish Nuclear Weapon (ICAN), masih tercatat ada ribuan unit senjata nuklir di muka bumi. Bayangin aja gais
kalo seumpama satu nuklir aja bisa menghancurkan separuh negara, terus gimana
dengan puluhan ribu senjata nuklir? Hancur ini bumi. Makanya yuk gais kita baca
buku BOMB karangan Steve Sheinkin ini, biar kita punya wawasan yang lebih
benderang tentang awal mula adanya bom nuklir di dunia.
Happy reading for u all gais, and really hope can see
ur further opinion here. See you!!



