Mengenai Saya

Foto saya
Hii, Welcome to my e-mind. Will always share book reviews, opinions on current issues, or even some poetry! 🌻

Jumat, 15 Mei 2020

Mengenal Sejarah Kelahiran Senjata Nuklir Lewat Buku Kuning Ini!!

   Hii!!

Hari ini aku comeback untuk bahas buku lagi nih gais! (cielah, blackpink kali ya wak aku wkwk). Tapi kayaknya udah ketebak kan ya bakalan ngomongin seputar apa, hehe. Yupss kita bakal bahas tentang asal usul atau awal mula terciptanya senjata nuklir di dunia. Sebelum masuk ke isi bukunya, aku mau kasih  sedikit clue nih gais tentang senjata nuklir itu. Jadii senjata nuklir adalah sebuah senjata semacam bom namun memiliki daya ledak yang sangat amat maha luar biasa dahsyat, lebay? iya hehe. Tapi emang semengerikan itu senjata nuklir.

Kalian masih inget kan ya ketika dulu Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada saat Perang Dunia II (PD II)? Iyaa bener banget, hal itu disebabkan karena 2 kota besar di Jepang (bisa dibilang dua kota itu tuh semacem pusat kota gitu loh) dibom oleh Amerika Serikat. Nahh, bom yang digunakan untuk menghancurkan kota Nagasaki dan Hiroshima itu tadi merupakan senjata nuklir pertama di dunia loh, wuihhh!! Jadi sebenernya bom sama senjata nuklir itu sama atau beda si?? Sepemahaman aku dari buku yang akan dibahas nanti itu, disebutkan kalo senjata nuklir itu berawal dari fisi (sebuah konsep dasar yang intinya memuat bahwa pembelahan atom itu dapat melepaskan energi super dahsyat, sehingga ternyata hal ini dapat dijadikan sebagai senjata pemusnah massal, yaitu bom atom), sehingga aku definisikan bahwa bom atom dan senjata nuklir itu sama.

Bingung ya pasti? Maaf yaa, masih penulis amatir nih wak diriku hehe. Tapi tunggu duluu, di buku yang bakal kita bahas ini tuh penjelasannya jelas banget. Makanya biar gak bingung lagi, yuk ah cuss beli atau pinjem bukunya terus baca dehh!!


Okayy, jadi buku yang akan dibahas di tulisan ini ialah buku karangan Steve Sheinkin yang berjudul BOMB. Buku dengan sampul kuning mencolok ini menceritakan pembuatan bom atom oleh Amerika Serikat (AS) untuk mengalahkan Jerman dan sekutunya pada PD II. Kepiawaian Sheinkin dalam penulisannya telah membawa buku ini kepada beberapa penghargaan seperti Newbery Honor Book, Washington Post Best Books of the Year dan beberapa penghargaan lainnya (emang keren woii ini penjelasannya!!). Ngomong-ngomong, buku yang aku baca ini merupakan bentuk yang sudah diterjemahkan karena buku aslinya itu ditulis dalam Bahasa Inggris. Meskipun terjemahan, tapi dijamin kalian bakalan mudah banget mahamin isi bukunyaa, apalagi sampulnya warnanya kuning. LAH? Apa hubungannya coba? wkwkwk SKIPP.


Buku BOMB ini menceritakan bagaimana pertama kali Amerika Serikat (AS) mengetahui tentang ancaman nyata jika saja bom atom saat itu telah dibuat oleh pihak lain. Loh jadi siapa yang pertama buat bom atom? Eits tunggu dulu, sebelum muncul ide untuk membuat bom atom, terdapat fakta baru yang melatarbelakanginya, yaitu penemuan konsep fisi (lihat penjelasan di paragraf 2) oleh dua ilmuwan Jerman, Otto Hahn dan Meitner. Fakta baru tentang konsep fisi pun menyebar ke seluruh negeri, dan para ilmuwan paham bahwa hal itu dapat berubah menjadi sebuah senjata, namun mereka belum tahu pasti bagaimana fisi itu bisa berubah menjadi bom atom. (Wajar lah ya gais, mungkin butuh hitung2an dan percobaan yang amat rumit ya)


Nah karena fisi ditemukan oleh Jerman, AS takut kalo ternyata jerman udah jalan duluan untuk buat bom atom (kan Jerman ni musuhnya AS dalam PD II gais, makanya AS takut diserang pake bom atom buatan Jerman itu kalo dugaan AS itu bener). Akhirnya langsung lah presiden AS saat itu, Franklin D. Rosevelt dengan sigap menyerukan secara diam-diam untuk memfokuskan negaranya kepada pembuatan bom atom (Saat itu AS sedang menerapkan isolasionisme, yang artinya dia gak ikutan perang ketika masa PD II. Makanya dia diem-diem nyiapin giginya kalo sewaktu-waktu diperlukan).

Akhirnya muncullah itu proyek pembuatan bom atom yang diberi nama Proyek Manhattan (Soalnya lab utama dari proyek ini terletak di Manhattan, makanya nama proyeknya begitu gess). Proyek ini diketuai oleh seorang professor fisika genius asal AS, yang sekarang dijuluki sebagai Bapak Bom Atom, yaitu Robbert Oppenheimer. Julukan atas Oppenheimer itu disematkan karena keberhasilannya membawa Proyek Manhattan dalam pembuatan bom atom.

Dalam prosesnya, ada banyak sekali hal menegangkan terjadi seperti kecurigaan agen intelegen Amerika, FBI terhadap loyalitas Oppenheimer terhadap AS, dan juga gerak gerik Jerman yang mengindikasikan adanya pergerakan untuk membuat bom atom juga, serta banyaknya kegagalan dari para ilmuwan di proyek manhattan itu sendiri.

Oiya selain ketakutan akan Jerman kala itu, AS juga memiliki masalah lain, yaitu Uni Soviet. Lah, bukannya AS ama Uni Soviet temenan pada PD II? Iya, mereka emang satu kubu, tapi keduanya tidak benar-benar berteman. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan besar diantara Uni Soviet dan AS, yaitu beda ideologi. Oleh karena itu, AS juga harus berusaha menutupi Proyek Manhattan itu dari pendengaran Uni Soviet. Hal ini menjadi lebih menarik, dikarenakan banyak dilakukan pencarian informasi oleh Uni Soviet terhadap AS atas perilakunya yang mencurigakan, yaitu ketika banyaknya  ilmuan terkemuka AS yang menghilang dari publik. Pencarian informasi itu dilakukan oleh agen mata-mata Uni Soviet yang tinggal di AS. (Ini seru banget ges di bukunya, kerenn bgt kalo jadi mata-mata tuh hehe)

Disisi lain AS semakin ketakutan ketika bahan baku pembuatan bom atom -yaitu air berat- diarahkan menuju Jerman oleh pimpinan negara tersebut, yaitu Adolf Hitler. Karena AS menduga kalo Jerman udah lima langkah dari rumah,  hah? Bukan, maksudnya udh lima langkah di depannya dalam pembuatan bom ataom. Jadi mereka tuh kaya lagi balap-balapan untuk menciptakan senjata mengerikan itu gais. Nah ketakutan AS yang semakin bertambah itu membuat Norwegia ikut bergabung. Norwegia ngapain di sini? Jadi pada saat PD II itu, Jerman menduduki Norwegia, makanya Norwegia ikut gabung sama AS untuk melemahkan Jerman. Peran Norwegia tuh cukup besar loh gais, bahkan menurutku tanpa kehadiran pihak Norwegia, mungkin akan membuat jalan cerita dari kelahiran Bom Atom itu berubah loh

Karena sangat complicated ceritanya dan juga panjang, aku akan beberin sedikit endingnya ya, hehee. AS pada akhirnya dapat membuat bom atom dan segera meluncurkannya ke Jepang. Ko, ke Jepang bukan ke Jerman? Iya soalnya AS dendam, karena Jepang yang saat itu temenan ama si Jerman ini pernah nyerang abis-abisan pangkalan militernya AS yang ada di Pearl Harbour. Makanya pas punya senjata keren, langsung diarahin ke Jepang. Terus gimana perkiraan AS tentang Jerman yang juga buat bom atom? Jadi apa engga? Waduh rahasia itumah, kalian langsung cuss aja cari di bukunya. Last but not least, kesuksesan AS atas bom atomnya itu menandakan awal baru bagi keberadaan senjata nuklir di dunia gais.

FYI nih gais, kalo bom atom atau senjata nuklir itu sangat sangat berbahaya baik bagi manusia maupun bagi lingkungan. Tempat yang pernah dijatuhi nuklir akan memiliki radiasi nuklir yang tinggi, yang mana itu bisa mengganggu atau bahkan mematikan tanaman, hewan, juga tidak baik bagi manusia. Bagi manusia sendiri dapat  menyebabkan kerusakan sel-sel pada tubuh sehingga dapat menyebabkan kecacatan fisik maupun mental. Dampak buruk itu juga tidak hanya ditanggung oleh satu generasi aja gais, tapi bisa juga sampai ke keturunan kita selanjutnya nanti.

Oiya satu lagi, sampai hari ini kalo aku lihat dari laman resmi organisasi internasional yang mengkampanyekan anti-senjata nuklir atau International Campaign to Abolish Nuclear Weapon (ICAN), masih tercatat ada ribuan unit senjata nuklir di muka bumi. Bayangin aja gais kalo seumpama satu nuklir aja bisa menghancurkan separuh negara, terus gimana dengan puluhan ribu senjata nuklir? Hancur ini bumi. Makanya yuk gais kita baca buku BOMB karangan Steve Sheinkin ini, biar kita punya wawasan yang lebih benderang tentang awal mula adanya bom nuklir di dunia. 

Happy reading for u all gais, and really hope can see ur further opinion here. See you!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hikayat Anak yang Malang

Seketika awan hitam datang Dunianya seolah berhenti, sendirian Tangannya gemetar, matanya terlihat basah Tak berdaya dikejar keabadian. Mung...