
Buku Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life ini merupakan bacaan yang cukup populer, bahkan pada sampul depannya diklaim sebagai The International Bestseller loh. Buku yang ditulis oleh Hector Garcia dan Frances Miralles sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa, salah satunya bahasa Inggris dan memiliki tebal sebanyak 208 halaman. Nuansa Jepang dalam buku ini tersajikan cukup apik dan sederhana, yaitu dengan keberadaan gambar bunga Sakura pada sampul depan buku ini.
Substansi bacaan ini sebenarnya
sudah tergambar dengan jelas melalui pemilihan diksi pada judul yang digunakan,
yaitu pola hidup masyarakat Jepang -khususnya kota Okinawa- yang memiliki harapan
hidup lebih lama dan bahagia. Dari beberapa kebiasaan yang dipaparkan dalam
buku ini, penulis buku ini berusaha untuk lebih menekankan konsep Ikigai sebagai
faktor yang cukup dominan untuk memiliki hidup yang lebih panjang dan bahagia.
Dari 9 bab yang ada, menurutku ada
satu dari sekian hal penting yang coba disampaikan oleh penulis terkait rahasia
memiliki umur panjang, yaitu build great and strong relations among citizen.
Hal ini dapat dilihat ketika penulis banyak menggambarkan ekspresi atau
perasaannya dengan cukup detail terhadap kegiatan sosial yang ada di Okinawa.
(Sampe gue sebagai pembaca bisa ikut merasakan kuatnya hubungan kekeluargaan di
wilayah Okinawa, hihii)
Selain itu juga poin menarik lainnya
dari buku ini ialah pengingat untuk selalu menemukan flow dalam apapun
yang kita lakukan. Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit mengenai
pengertian flow ini, tapi penulis mencoba menjelaskannya melalui
beberapa contoh yang dipaparkan. Flow dalam buku ini gue pahami sebagai
kesatuan yang harmoni antara pikiran jiwa dan raga manusia. Maksudnya ialah
ketika kita melakukan suatu hal, maka kita secara penuh (kesatuan pikiran, jiwa
dan raga) dan sadar berada pada momen dan hal yang sedang kita kerjakan. Gak
perlu mengkhawatirkan masa yang akan datang, pun tidak menyesali masa yang
sudah berlalu, cukup disini saja untuk menikmati saat ini. Karena dengan begitu
dapat memungkinkan kita untuk menemukan Ikigai kita.
Kritik yang cukup krusial untuk buku ini menurut gue ialah kurang matangnya definisi konsep ikigai oleh si penulis. Di satu sisi tidak dijelaskan apa itu ikigai menurut pandangan penulis buku, juga tidak ada batasan mengenai konsep ikigai ini. Sehingga menurut gue penulis menjadi tidak konsisten terhadap arti dari ikigai yang mereka gunakan. Terkadang ikigai dimaknai sebagai tujuan hidup atau hal yang membuat hidup kita bermakna, namun di sisi lain penulis juga mengartikan ikigai sebagai hal sederhana yang membuat kita bahagia dan puas akan hidup ini, dan pada bab awal buku ini disajikan pengertian ikigai melalui diagram di bawah ini

Menurutku
ini cukup krusial, mengingat bahwa penulis menekankan ikigai sebagai
faktor yang berperan besar untuk menjadi panjang umur, yang mana berarti
merupakan inti buku ini.
Selain
itu juga menurut gue pribadi, ada beberapa part dari buku ini yang mungkin lebih
baik jika tidak dimasukkan, yaitu gambar bagaiman gerakan beberapa olahraga.
Meskipun
begitu, buku ini cukup ringan untuk dibaca, dapat menyadarkan beberapa hal
sederhana yang kerap luput oleh kebanyakan orang. Sehingga dengan membaca buku
ini bisa jadi jeda untuk kita merefleksikan nilai dan makna hidup ini.
If u guys find this writing, means that u have had an interest for this book. I
tell u, go ahead, it’s a great book to read, I promise!
About the question on the tittle, I hope u can get your own answer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar